Demonstrasi Penggunaan kata demonstrasi pada hakekatnya berasal dari Bahasa Inggris yaitu demonstration (to slow) yang bermakna memperagakan ataupun mengerakan atas terjadinya proses sosial dan interaksi sosial terkait dengan keberangsungan sesuatu hal. Sehingga prihal inilah demonstrasi dapat dikatakan sebagai aksi damai dan dapat dikatakan sebagai aksi radikalisme. MenurutGillin dan Gillin interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antara orang perorang, antara kelompok- kelompok manusia, maupun anatara orang perorang dengan kelompok manusia. 2 Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial. Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial. ContohInteraksi Sosial Individu dengan Individu. Sebagai informasi saja, kedekatan fisik antar individu belum bisa diartikan sudah terjadi interaksi sosial. Dikatakan interaksi paling tidak sudah terjalin hubungan antar individu baik lisan maupun perbuatan demi tujuan tertentu. Contoh interaksi sosial sesama individu yaitu seperti: 1. 1 Interaksi Sosial . Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial, oleh karena itu . interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas dalam . masyarakat. Bentuk lain dari proses sosial hanya merupakan bentuk- bentuk khusus dari interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan . soosiak . yang . dinamis . yang menyangkut . Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd. Ilustrasi interaksi sosial Credit Jakarta Interaksi sosial adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap orang melakukan interaksi sosial dalam kehidupannya. Interaksi sosial adalah interaksi manusia berpola. Akomodasi adalah Interaksi Sosial, Kenali Pengertian, Tujuan dan Bentuknya Mengenal Fungsi Diplomasi Secara Umum, Simak Penjelasannya Akomodasi adalah Penyesuaian dalam Interaksi Sosial, Ketahui Bentuk-Bentuknya Interaksi sosial adalah hubungan yang mencakup antara anggota keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, dan orang asing sekalipun. Dengan berinteraksi satu sama lain, orang merancang aturan, institusi, dan sistem di mana mereka berusaha untuk hidup. Interaksi sosial adalah dasar dari sifat dasar manusia. Interaksi sosial adalah subjek yang dipelajari dalam banyak ilmu sosial. Dalam sosiologi, interaksi sosial adalah urutan dinamis tindakan sosial antara individu atau kelompok yang mengubah tindakan dan reaksi mereka karena tindakan oleh mitra interaksi mereka. Interaksi sosial adalah pembentuk dasar untuk struktur sosial. Berikut pengertian interaksi sosial, jenis, bentuk, dan faktor yang memengaruhinya, dirangkum dari berbagai sumber, Jumat9/7/2021.Pengertian interaksi sosial secara umumIlustrasi interaksi sosial Credit sosial adalah setiap hubungan antara dua individu atau lebih. Interaksi sosial terdiri dari sejumlah besar interaksi sosial, fisik, dan verbal yang menciptakan iklim untuk pertukaran perasaan dan ide. Interaksi sosial adalah pertukaran sosial antara dua individu atau lebih. Didefinisikan secara luas, interaksi sosial mengacu pada hubungan yang ada antara orang-orang yang memiliki interaksi berulang yang dirasakan oleh peserta memiliki makna pribadi. Interaksi sosial biasanya dibatasi dan diatur oleh norma sosial dan budaya, antara dua orang atau lebih, dengan masing-masing memiliki posisi sosial dan menjalankan peran sosial. Interaksi sosial dapat dipelajari antara kelompok dua diad, tiga triad atau kelompok sosial yang lebih interaksi sosial menurut ahliIlustrasi interaksi sosial Credit dan Gillin Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan, antara kelompokkelompok manusia maupun antara orang perorangtan dengan kelompok manusia. Basrowi Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mempertemukan orang dengan orang, kelompok dengan kelompok, maupun orang dengan kelompok manusia. Bentuknya tidak hanya bersifat kerjasama, tetapi juga berbentuk tindakan, persaingan, pertikaian dan sejenisnya. Partowisastro Interaksi sosial adalah relasi sosial yang berfungsi menjalin berbagai jenis relasi sosial yang dinamis, baik relasi itu berbentuk antar individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok. Soekanto Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia. Gerungan Interaksi sosial adalah proses individu satu dapat menyesuaikan diri secara autoplastis kepada individu yang lain, dimana dirinya dipengaruhi oleh diri yang lain. Individu yang satu dapat juga menyesuaikan diri secara aloplastis dengan individu lain, dimana individu yang lain itulah yang dipengaruhi oleh dirinya yang ngobrol. Photo by Adam Winger on UnsplashInteraksi antar individu dan individu Interaksi antar individu dan individu terjadi ketika dua individu bertemu. Walaupun kedua individu itu tidak melakukan kegiatan apa-apa, namun sebenarnya interaksi sosial telah terjadi apabila masing-masing pihak sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan dalam diri masing-masing. Interaksi antar kelompok dan kelompok Interaksi jenis ini terjadi pada kelompok sebagai satu kesatuan bukan sebagai pribadi-pribadi anggota kelompok yang bersangkutan. Interaksi antar individu dan kelompok Bentuk interaksi di sini berbedabeda sesuai dengan keadaan. Interaksi tersebut lebih mencolok manakala terjadi perbenturan antara kepentingan perorangan dan kepentingan interaksi sosialIlustrasi ngobrol. Photo by Priscilla Du Preez on UnsplashMenurut Partowisastro 2003, bentuk interaksi sosial terbagi dalam dua proses yaitu proses asosiasi dan dissosiasi. Berikut bentuk-bentuknya Bentuk interaksi sosial dalam proses asosiasi Akomodasi Akomodasi adalah merupakan suatu proses penyesuaian aktivitasaktivitas seseorang atau kelompok yang berlawanan menjadi sejalan. Assimilasi Assimilasi yaitu suatu proses yang memiliki ciri pembentukan persamaan sikap, pandangan, kebiasaan, pikiran dan tindakan sehingga seseorang atau kelompok itu cenderung menjadi satu, mempunyai perhatian dan tujuan-tujuan yang sama. Akulturasi Akulturasi dari segi teori kebudayaan merupakan suatu aspek dari perubahan kebudayaan. Akulturasi itu sebagai proses dwiarah, bahwa dua masyarakat mengadakan kontak dan saling memodifikasikan kebudayaan masingmasing sampai tingkatan interaksi sosialIlustrasi diskusi mentatdgt dari PexelsBentuk interaksi sosial dalam proses dissosiasi Kompetisi Kompetisi adalah suatu persaingan yang terjadi antara perorangan atau kelompok dalam mencapai dan mendapatkan suatu tujuan tertentu. Kontraversi Kontraversi merupakan suatu perbedaan-perbedaan pandangan, ide dan tujuan yang terjadi pada satu orang atau lebih sehingga menimbulkan pertentangan. Konflik Konflik yaitu suatu ketegangan yang terjadi perorangan atau kelompok dikarenakan adanya perbedaan pandangan tentang suatu masalah maupun yang memengaruhi interaksi sosialIlustrasi diskusi dok. ElmiraFaktor Imitasi Imitasi adalah tindakan meniru orang lain, baik sikap, tingkah laku, maupun penampilan fisiknya. Faktor imitasi ini bisa memengaruhi proses interaksi sosial. Sugesti Sugesti adalah pengaruh psikis, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain yang pada umumnya diterima tanpa adanya daya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial hampir sama. Bedanya adalah bahwa dalam imitasi itu orang yang satu mengikuti sesuatu di luar dirinya; sedangkan pada sugesti, seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain di luarnya. Identifikasi Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik sama dengan orang lain, baik secara fisik maupun non fisik. Identifikasi, sifatnya lebih mendalam karena kepribadian individu dapat terbentuk atas dasar proses identifikasi. Proses ini dapat berlangsung dengan sendirinya ataupun disengaja sebab individu memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya. Simpati Simpati merupakan suatu proses dimana individu merasa tertarik pada pihak lain. Didalam proses ini perasaan individu memegang peranan penting walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk kerjasama.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Halo Christina A, kakak bantu jawab ya! Jawabannya adalah B. Individu dan kelompok mengembangkan cara-cara berhubungan dengan individu dan kelompok lain Yuk, simak penjelasan berikut Proses sosial merupakan interaksi sosial antarindividu atau kelompok. Interaksi sosial sebagai bentuk hubungan manusia yang menimbulkan aksi dan reaksi dikembangkan menjadi berbagai macam bentuk. Bentuk yang umum di masyarakat misalnya seperti kerjasama, kompetisi, konflik, asimilasi dan akomodasi. Kelima bentuk interaksi sosial tersebut bisa dinamakan sebagai proses sosial. Terima kasih sudah bertanya dan gunakan Roboguru, semoga membantu ya! Selamat datang di web digital berbagi ilmu pengetahuan. Kali ini PakDosen akan membahas tentang Interaksi Sosial? Mungkin anda pernah mendengar kata Interaksi Sosial? Disini PakDosen membahas secara rinci tentang pengertian, pengertian menurut para ahli, bentuk, macam, ciri, syarat, faktor, proses dan contoh. Simak Penjelasan berikut secara seksama, jangan sampai ketinggalan. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial ialah suatu landasan dari jalinan yang bersifat aktivitas yang berlandaskan norma dan nilai sosial yang berjalan dan disusunkan di dalam masyarakat. Berikut ini adalah beberapa pengertian interaksi sosial menurut para ahli yaitu Interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya. Mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Mendefisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu satu dengan individu lain, individu satu dapat mempengaruhi individu yang lain atau sebaliknya, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial Berikut ini terdapat 4 bentuk-bentuk interaksi sosial, yakni sebagai berikut Persaingan Persaingan ialah proses sosial sama-sama berkompetensi antara suatu bagian dengan bagian lainnya secara jernih tanpa memakai bahaya ataupun intimidasi untuk menggapai suatu target spesifik. Terdapat beragam contoh persaingan mulai dari persaingan dalam bidang ekonomi di antara pembuat barang serupa, jabatan di antaranya penguasaan jabatan tertentu, kebudayaan di antaranya penyaluran ideologi, pendidikan dan komponen kebudayaan lain. Pertikaian Pertikaian ialah proses sosial menjadi bentuk dalam dari kontravensi. Dalam pertikaian, kontroversi sudah berupa umum. Pertikaian terbentuk karena terdapatnya perbandingan yang semakin sengit antara kawasan spesifik dalam masyarakat. Keadaan perbandingan yang semakin sengit akan menimbulkan amarah dan rasa benci yang membawa terdapatnya aktivitas untuk menikam, mengacaukan atau meruntuhkan pihak lain. Jadi, pertikaian datang apabila perorangan ataupun kelompok yang bergerak memberi keinginan ataupun kepentingan dengan jalan memberontak pihak lain lewat bahaya atau intimidasi. Konflik Konflik ialah suatu kerja keras perorangan ataupun kelompok sosial untuk melaksanakan tujuannya dengan jalan menghadapi pihak lawan. Konflik umumnya terbentuk beserta bahaya atau intimidasi. Konflik terbentuk karena terdapat perbandingan anggapan, emosi individu, kebudayaan, keinginan baik, keinginan individu maupun kelompok dan terbentuknya transformasi sosial yang pesat dengan menyebabkan disorganisasi sosial. Kontravensi Kontravensi ialah perilaku melanggar dengan berlindung supaya tidak terdapat konflik umum. Kontravensi ialah suatu proses sosial dengan indikasi ketidakpastian, kebimbangan, penentangan dan pengingkaran dengan tidak dsingkapkan secara umum. Akibat kontravensi ialah perbandingan pandangan antara fraksi tertentu dan pandangan fraksi lainnya dalam masyarakat ataupun dapat juga pandangan global masyarakat. Macam-Macam Interaksi Sosial Menurut Maryati dan Suryawati 2003 interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu p. 23 1. Interaksi antara individu dan individu Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya bermusuhan. 2. Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam – macam sesuai situasi dan kondisinya. 3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek. Ciri-Ciri Interaksi Sosial Menurut Tim Sosiologi 2002, ada empat ciri – ciri interaksi sosial, antara lain p. 23 Jumlah pelakunya lebih dari satu orang Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi 2002, interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini, yaitu p. 26 1. Kontak sosial Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial, dan masing – masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik. 2. Komunikasi Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Faktor-Faktor Interaksi Sosial Berikut ini adalah faktor-faktor yang ada dalam diri seseorang yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial yaitu Dorongan kodrati sebagai makhluk sosial Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk pribadi dan sekaligus mahluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai kecenderungan untuk bergaul dengan sesama manusia. Bahkan menurut Howard Gardner, setiap manusia memiliki potensi kecerdasan antarpribadi, yaitu kecerdasan dalam mengelola hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, wajar apabila setiap orang mempunyai kecenderungan kuat untuk berinteraksi dengan orang lain. Di lain pihak, potensi kemanusiaan seseorang juga hanya akan berkembang melalui interaksi sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia menyadari bahwa banyak hal dalam hidupnya yang tergantung pada orang lain. Misalnya, untuk memenuhi kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, setiap orang memerlukan orang lain. Kebutuhan akan rasa aman, kasih sayang, diterima, dihargai, dan lain sebagainya jelas memerlukan orang lain sebagai sumber pemenuhannya. OIeh karena itulah, manusia memiliki kecenderungan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam upaya memenuhi kebutuhan dirinya. Lebih dan itu, ada kebutuhan-kebutuhan manusia yang hanya dapat dipenuhi secara bersama-sama atau yang hanya dapat dipenuhi dengan mudah jika diusahakan bersama-sama. Misalnya, menciptakan keamanan dan kenyamanan, memperoleh keturunan penerus umat manusia sampai mencapai kebahagiaan. Manusia membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, manusia mengembangkan pola-pola interaksi sosial ke dalam pranata dan struktur sosial. Di dalam masyarakat yang berstruktur itu, manusia melangsungkan hidup dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dorongan untuk mengembangkan diri Manusia juga memiliki potensi dan kehendak untuk mengembangkan diri sendiri dan sesamanya. Upaya pengembangan pribadi tersebut antara lain dilakukan dengan melakukan imitasi dan identifikasi. Dalam rangka imitasi dan identifikasi itulah seseorang didorong untuk melakukan interaksi sosial. Imitasi adalah tindakan seseorang meniru sikap, penampilan, gaya hidup, dan bahkan segala sesuatu yang dimiliki orang lain. Misalnya, imitasi seorang remaja terhadap artis idolanya. Imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial dan dapat berdampak positif maupun negatif. Jika yang ditiru adalah orang-orang yang berperilaku baik atau sesuai dengan kehendak masyarakat, maka dampaknya akan positif. Jika yang ditiru adalah individu yang berperilaku buruk atau bertentangan dengan yang dituntut masyarakat, maka dampaknya bisa negatif pula. Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, namun juga dapat mengakibatkan terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma masyarakat. Hal itu ditentukan oleh figur yang diimitasi oleh seseorang. Imitasi juga dapat melemahkan atau bahkan mematikan pengembangan daya kreasi seseorang. Identifikasi adalah usaha seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, jadi lebih dan sekedar meniru seseorang. Dalam identifikasi terjadi proses pembentukan kepribadian. Proses identifikasi dapat berlangsung baik dengan sendirinya atau tak disadari, maupun dengan disengaja. Seseorang yang mengidentifikasi dirinya dengan satu figur tertentu benar-benar mengenal figur yang menjadi idolanya itu. Pandangan, sikap, dan norma yang dianut figur itu akan menjiwai orang yang mengidentifikasikan diri itu. Identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh-pengaruh yang lebih mendalam ketimbang proses imitasi. Selain mengembangkan diri sendiri, manusia juga mempunyai kepedulian terhadap orang lain. Oleh karena itu, seseorang mungkin memberikan sugesti, motivasi, dan simpati kepada orang lain. Sugesti adalah pandangan atau pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain sehingga orang lain itu menuruti isi pandangan atau pengaruh tersebut. Sugesti lazimnya berkonotasi negatif karena mampu mendorong orang untuk bertindak secara emosional dan tak rasional. Motivasi adalah pandangan atau pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain sehingga orang lain itu menuruti isi pandangan atau pengaruh tersebut secara kritis dan bertanggungjawab. Dengan demikian, motivasi lebih berkonotasi positif. Simpati adalah perasaan tertarik kepada pihak lain yang mendorong keinginan untuk memahami dan bekerja dengan pihak lain. Proses Interaksi Sosial Proses interaksi sosial dapat terjadi apabila pihak-pihak yang berinteraksi melakukan komunikasi dan kontak sosial. Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial seperti imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi, memengaruhi kemungkinan terjadinya proses interaksi sosial. Dalam teori interaksi sosial, terdapat empat unsur yang wajib dimiliki, yaitu Sender Pengirim Pesan atau communicator adalah individu / pihak yang mengirimkan pesan kepada orang lain. Receiver Penerima Pesan atau communicant adalah individu / pihak yang menerima pesan dari sender. Message Pesan adalah informasi yang disampaikan oleh sender ke receiver. Media adalah sarana yang digunakan oleh sender untuk menyampaikan pesan kepada receiver, contohnya komunikasi langsung, surat, telepon genggam, dan lainnya. Feedback Umpan Balik adalah reaksi receiver setelah menerima pesan. Feedback adalah satu-satunya unsur yang tidak wajib dimiliki saat berkomunikasi. Contoh Interaksi Sosial Di kehidupan sehari-hari, terdapat dua jenis interaksi sosial yaitu secara langsung dan simbolis. Interaksi langsung terjadi dengan adanya kontak fisik dan tatap muka secara langsung, bisa saja dalam bentuk menepuk, menarik, memukul, atau bahkan membunuh orang lain. Sedangkan interaksi yang dilakukan secara simbolis menggunakan bahasa sebagai media utamanya, baik bertatap muka secara langsung atau tidak langsung. Interaksi simbolis bisa terjadi melalui berbagai media seperti mengirim email, telepon, bertukar pesan di media sosial, dan sebagainya. 1. Contoh Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Lingkungan masyarakat sangatlah luas dan mencakup banyak sekali orang di dalamnya. Terdapat individu-individu dari berbagai status dan kalangan. Hampir setiap saat terjadi interaksi, seperti saat membeli makanan, membayar parkir, atau berbicara dengan orang lain. Tingkat interaksi yang terdapat di dalamnya lebih banyak dan lebih kompleks. Bentuk interaksi asosiatif yang dapat terjadi pada lingkungan masyarakat dapat berupa gotong royong atau kerja sama. Selain itu ada juga bentuk interaksi disosiatif yang terdapat dalam masyarakat, contohnya persaingan, pertentangan, atau kontravensi. 2. Contoh Interaksi Sosial di Sekolah Lingkungan sekolah juga sering memiliki interaksi sosial di dalamnya. Pelaku-pelaku kontak sosial pada lingkungan sekolah adalah siswa, guru, kepala sekolah, dan pegawai tata usaha. Proses interaksi yang dapat terjadi pada lingkungan sekolah adalah komunikasi antar siswa, tanya jawab antar guru dan siswa, dan meeting antar kepala sekolah dan guru-guru. 3. Contoh Interaksi Sosial Pada Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga adalah contoh lingkungan sosial yang sangat kecil. Pelaku-pelaku kontak sosial yang terdapat pada lingkungan keluarga adalah ayah, ibu, anak, dan anggota-anggota keluarga lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, contoh interaksi sosial pada lingkungan keluarga adalah berbicara, menyapa, bercengkrama, dan lain-lain. Demikian Penjelasan Materi Tentang Interaksi Sosial Pengertian, Pengertian Menurut Para ahli, Bentuk, Macam, Ciri, Syarat, Faktor, Proses dan Contoh Semoga Materinya Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi. Pengertain Proses Sosial Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara berbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dan seterusnya. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial tak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompok tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud. Ciri-Ciri Interaksi Sosial Menurut Charle P loomis, suatu hubungan dikatakan sebagai interaksi social jika memiliki cirri-ciri berikut Jumlah pelaku lebih dari satu orang. Adanya komunikasi antar pelaku dengan cara verbal ucapan atau dengan symbol ataul lambing tertentu. Adanya duminsi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini dan masa yang akan dating. Adanya tujuan yang hendak dicapai. Faktor Yang Mendorong Interaksi Sosial Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial antara lain sebagai berikut Imitasi Imitasi adalah suatu tindakan meniru orang lain baik dalam hal sikap maupun tingkah laku. Tindakan meniru atau imitasi merupakan cara belajar dengan mengikuti contoh perbuatan orang lain, misalnya cara berpakaian, berbicara, dan bergaul. Imitasi memiliki dua kemungkinan yaitu imitasi positif dan imitasi negatif. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku, namun segi negatifnya yaitu imitasi dapat mmenimbulkan ketidak teraturan terhadap aturan-aturan. Sugesti Sugesti adalah pandangan, pendapat, dan sikap yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dan diterima oleh pihak lain. Proses ini hamper sama dengan imitasi tetapi titik tolaknya berbeda. Berlangsungnya sugesti dapat terjadi apabila pihak-pihak yang menerima dilanda oleh emosinya sehingga menghambat daya pikiran yang rasional. Oleh karena itu sugesti merupakan anjuran tertentu yang menghasilkan reaksi spontan atau langsung dan tanpa berpikir rasional tentang reaksinya tersebut. Identifikasi Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini. Simpati Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Empati Empati mirip dengan simpati. Akan tetapi, perasaan empati lebih daalam lagi. Dalam perasaan empati seseorang merasa seolah-seolah seperti orang lain atau menjadi orang lain. Misalnya jika ada seorang pengemis, seseorang merasa iba bahkan juga member uang kepada pengemis tersebut. Motivasi Motivasi merupakan dorongan, rangsangan, pengaruh yang diberikan oleh individu kepada individu lain, sehingga individu yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang diberikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Motivasi juga dapat diberikan oleh individu kepada kelompok, kelompok kepada kelompok, atau bahkan kelompok kepada individu. Contohnya untuk memotivasi semangat belajar siswanya, seorang guru memberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan. Bentuk-bentu Interaksi Sosial Menurut Gillin dan Gillin, ada dua macam proses sosial yang timbul akibat interaksi sosial, yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif. Proses Asosiatif Pada hakikatnya proses ini mempunyai kecenderungan untuk membuat masyarakat bersatu dan meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok. Kita mengenal empat bentuk proses asosiatif, yaitu kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Proses Disosiatif Proses disosiatif merupakan sebuah proses yang cenderung membawa anggota masyarakat ke arah perpecahan dan merenggangkan solidaritas di antara anggota-anggotanya. Kita mengenal tiga bentuk proses disosiatif, yaitu persaingan, kontravensi, dan konflik. Konflik Conflict Istilah konflik’ berasal dari kata Latin configere’ yang berarti saling memukul. Dalam pengertian sosiologi, konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial di mana dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu pertama, adanya kontak sosial sosial contact, dan kedua, adanya konunikasi. Kata kontak berasal dari bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tango yang artinya menyentuh. Antara orang perorangan, misalnya apabila anak kecil mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi socialization , yaitu suatu proses di mana anggota masyarakat baru yang mempelajari berbagai norma dan nilai di tempat dia berada. Antara orang perorangan dengan suatu kelompok atau sebaliknya, misalnya apabila seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memaksa anggota-anggotanya untuk menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. Umpamanya, dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan partai politik yang ketiga di dalam pemilihan umum, atau apabila dua buah perusahaan bangunan mengadakan suatu kontrak untuk membuat jalan raya, jembatan, dan seterusnya di suatu wilayah yang baru dibuka. Sumber Interaksi Sosial Interaksi sosial walaupun bentuknya tampak sederhana, ternyata merupakan proses yang kompleks, yang tidak dapat dilepaskan dari faktor-faktor yang menjadi sumber proses sosial tersebut, antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Sumber-sumber tersebut dapat mendorong seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Imitasi, mempunyai peranan penting dalam proses interaksi sosial yang dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah dan nilai yang berlaku. Imitasi misalnya, mempunyai peranan yang sangat penting dalam interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Imitasi terjadi pertama kali dalam proses sosialisasi keluarga, karena dalam keluarga seorang individu atau anak mulai meniru kebiasaan-kebiasan yang berlaku dalam keluarganya, seperti cara berpakaian, cara berbicara, adat isitiadat, kebudayaan, dan sebagainya. Seiring dengan bertambahnya usia individu tersebut, proses imitasi ini akan terus berkembang sampai ke lingkungan tetangga, teman sepermainan, hingga lingkungan masyarakat lainnya. Sugesti, memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberikan suatu pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya, kemudian diterima oleh pihak lain. Jadi, proses ini sebernarnya hampir sama dengan imitasi, yang membedakan adalah berlangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima dilanda oleh emosi, di mana hal tersebut dapat menghambat daya berpikirnya secara rasional. Identifikasi, mempunyai kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini,identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Nyatalah bahwa berlangsungnya identifikasi mengakibatkan terjadinya pengaruh-pengaruh yang lebih mendalam daripada proses imitasi dan sugesti, walaupun ada kemungkinan bahwa pada mulanya proses identifikasi diawali oleh imitasi dan atau sugesti. Simpati, merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang pernanan penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. Demikianlah artikel dari mengenai Proses Sosial Pengertian, Ciri, Faktor, Bentuk, Syarat, Sumber, semoga artikel ini bemanfaat bagi anda semuanya.

interaksi sosial dikatakan bentuk umum proses sosial yaitu ketika